Alasan Para Pengungsi Ada Di Indonesia, Ingin Bertahan Hidup

Alasan Para Pengungsi Ada Di Indonesia, Ingin Bertahan Hidup

Pada tahun 2019 setidaknya satu persen dari jumlah penduduk di dunia atau sekitar 79,5 juta orang memilih melarikan diri dari kampung halaman mereka karena adanya persekusi dan konflik senjata. Dalam waktu periode yang sama. di Indonesia sendiri jumlah pengungsi yang datang diperkirakan mencapai angka sekitar 13.000 ribu orang.

Sebagian besar dari pengungsi tersebut merupakan orang-orang muda yang berharap agar memiliki peluang membangun masa depan yang lebih baik. Namun diantara mereka juga mengaku putus asa karena bisa makan setiap hari saja sudah menjadi hal yang istimewa untuk mereka.

Seperti yang diungkapkan oleh Abdul Kadir Boor, pengungsi asal Somalia yang sudah 2 tahun menetap di Indonesia. Abdul memilih meninggalkan negaranya karena sering berkecamuk konflik keamanan akibat kelompok terror dan tingkat kriminalitas yang tinggi.

Karena tak ingin menjadi sasaran konflik tersebut akhirnya Abdul bersama istri dan anaknya memilih hijrah ke Indonesia.

Sejak tiba di Jakarta, Abdul beserta rombongannya sudah berkali-kali berpindah tempat, sampai pernah tidur di tenda pinggir jalan raya kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

Setelah di kawasan Kalideres, kemudian Abdul beserta keluarga kembali pindah ke depan kantor UNHCR, dan juga sempat ditempatkan di pengungsian daerah Kalideres Bogor.

Namun untuk saat ini dengan berbekal jatah uang bulanan dari UNHCR sebanyak 1,6 juta, Abdul menyewa dua kamar di daerah Ciputat Tangerang.

Para pengungsi ini singgah hanya untuk sekedar transit sembari menunggu peluang dari badan PBB yang akan memberinya tempat tinggal permanen di negara yang mengaitkan diri dengan konversi internasional. Untuk mendapatkan peluang tersebut juga belum pasti, ditambah Indonesia tidak memberikan hak apapun termasuk rumah, bekerja dan pendidikan karena tidak meratifikasi konversi tersebut.

Memang setiap tahun UNHCR menempatkan para pengungsi ke negara ketiga. Sepanjang tahun 2019 sendiri terdapat 760 pengungsi di Indonesia  yang ditempatkan di Australia, Selandia Baru dan Kanada.

Adapun yang menjadi prioritas UNHCR dalam program penempatan ke negara ketiga adalah mereka yang membutuhkan perlindungan fisik dan hokum, korban kekerasan dan penyiksaan, sertaperempuan dalam kondisi rentan.