Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Pelarungan Jenazah ABK WNI Kapal China

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Pelarungan Jenazah ABK WNI Kapal China

Satgas TPO Polda Jateng telah menetapkan dua orang tersangka pada tanggal 19 Mei 2020 atas kasus dugaan pelanggaran HAM terhadap WNI yang menjadi ABK (anak buah kapal) di kapal China usai beredarnya video pelarungan jenazah di Perairan Somalia. Dua tersangka  ini merupakan orang PT yang memberangkatkan ABK tersebut ke luar negeri.

Sebelumnya juga terdapat kasus serupa yakni pelarungan ABK WNI dan dugaan kekerasan di kapal Long Xing China 629 yang belum selesai. Kemudian ini disusul lagi dengan kasus yang sama berupa video yang menampilkan pelarungan  ABK dari kapal penangkap ikan di atas kapal Luqing Yuan Yu 623 China.

Video peristiwa tersebut diunggah pada Kamis 14 Mei 2020 di sebuah laman Facebook dengan nama akun Suwarno Cano Swe. Diketahui dalam video tersebut terdengar ada beberapa orang berbicara bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Namun belum diketahui secara jelas terkait identitas jenazah maupun rekan-rekan kerja dari kapal tersebut.

Informasi sementar disebutkan bahwa ABK tersebut berasal dari Indonesia dan dilarung di Perairan Somalia. Selain itu akun Facebook tersebut juga menyebut adanya dugaan kekerasan yang dialami oleh para ABK WNI.

Kementrian Luar Negeri RI juga telah mengatahui dan sedang melakukan verifikasi dan validasi informasi terkait beredarnya video tersebut. Selain itu KBRI Beijing dan Nairobi juga tengah mencari informasi kejadian tersebut pada otoritas setempat.

Pemerintah China sendiri juga menyebut bahwa pihaknya sangat mementingkan masalah yang melibatkan beberapa ABK WNI yang meninggal saat  bekerja di kapal perikanan China. Hal ini dilakukan agar komunikasi erat dengan pihak Indonesia via jalur diplomatic tetap terjaga.

China mengklaim bahwa kejadian tersebut merupakan insiden yang menyedihkan dan akan dilakukan penyelidikan yang komperehensif oleh pihak yang berwajib dari Tiongkok. Otoritas China mengatakan bahwa dengan adanya investigasi komperehensif berdasarkan fakta dan negoisasi persahabatan, masalah terkait ABK WNI ini bisa diselesaikan secepat mungkin sesuai dengan peraturan dan kontrak komersial yang relevan.