Setelah 5 Bulan Mengguncang Dunia, Warga Somalia Bakan Tidak Mengetahui Adanya Covid-19

Setelah 5 Bulan Mengguncang Dunia, Warga Somalia Bakan Tidak Mengetahui Adanya Covid-19

Siapa yang tidak mengenal covid-19? Seluruh warga negara di dunia pastinya sudah mengetahui berita tentang covid-19,  baik melaluinya medis sosial, internet, maupun kondisi langsung di negara mereka.  Namun, ternyata masih ada warga negara yang sama sekali tidak mengetahui keberadaan covid-19 ini,  yaitu Somalia. 

Somalia dikenal sebagai salah satu negara muslim ini, ternyata memiliki jangkauan informasi yang sangat minim.  Terbukti dengan tidak diketahuinya keberadaan pandemi Corona virus yang sedang dihadapi dunia.  Hal ini dibuktikan oleh para imigran Somalia yang sebelumnya memberitahu pihak Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertugas di Somalia.

Menurut informasi dari Medical Xpress, agen migrasi PBB telah mewawancarai orang-orang di perbatasan Somalia. Wawancara ini dilakukan di persimpangan jalan rute migrasi paling berbahaya di dunia. Pertanyaan yang diajukan pun sangat sederhana, yaitu tentang nama mereka, asal, tujuan, dan alasan mereka bermigrasi. 

Setelah ditanya oleh para petugas, mereka mengakui bahwa kelompok negara Somalia sama sekali tidak mengetahui tentang bencana yang sudah menginfeksi dan menyebabkan kematian hingga 9,5 juta jiwa.  Setelah ditemukannya infeksi pertama di Somalia, PBB pun akhirnya menambahkan sebuah pertanyaan baru kepada imigran. PBB menanyai mereka  tentang ada berapa banyak orang dalam kelompok migran mereka yang mengetahui tentang virus corona Covid-19?

Hingga 20 Juni,  jumlah survei yang dilakukan oleh pihak PBB terhadap warga Somalia sejumlah 3.471 orang, menyatakan bahwa lebih dari 50% warga Somalia tidak mengetahui dan tidak pernah mendengar adanya virus covid-19. 

Penemuan tentang minimnya informasi yang dijangkau oleh warga Somalia menjadi PR bagi dunia, agar lebih meningkatkan perhatian dan memperluas jangkauan untuk menyebarkan berita tentang pandemi Corona saat ini. Karena, dengan minimnya informasi yang didapatkan, sangat wajar jika kesadaran tentang perlindungan diri terhadap Corona virus ini masih sangat rendah.  Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki pemikiran terbuka untuk mencari informasi mengenai hal-hal yang terjadi di dunia agar tidak terkena imbasnya.